Rabu, 24 Desember 2014

Tips Memilih Tempat Kost

sebelum Anda memutuskan untuk memilih tempat kost adakalanya Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut dalam memilih tempat kos

1. Lokasi
Semakin dekat lokasi tempat kost dengan tempat kegiatan utama Anda, baik lokasi kampus ataupun kantor, tentu akan semakin mempermudah aktivitas Anda

2. Fasilitas yang tersedia
Anda harus menentukan apakah Anda lebih merasa nyaman jika tinggal di lingkungan kost yang lengkap dengan fasilitas serasa di rumah sendiri atau yang ala kadarnya dengan berbagai pertimbangan. Tentunya pemilihan fasilitas ini akan sebanding dengan harga yang harus Anda bayar kelak.

3. Budget yang Anda miliki
Anda harus menyesuaikan tipe kos idaman dengan budget yang Anda keluarkan.

4. Kondisi tempat kos
Anda perlu melakukan survei langsung terlebih dahulu di tempat yang akan Anda pilih untuk ditinggali.

5. Kenyamanan lingkungan
Pelajarilah terlebih dahulu daerah yang akan Anda pilih untuk menjadi tempat kost sehari-hari. Walaupun Anda mungkin berasal dari daerah yang berbeda dan jauh letaknya dari tempat kos Anda, adakalanya Anda perlu mencermati kondisi lingkungan sekitar.

Semoga bermanfaat

Kamis, 13 November 2014

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

A. Pengertian Asbabun Nuzul
  • secara etimologis asbabun berasal dari kata asbab (bentuk jamak dari sabab) yang artinya sebab dan nuzul berasl dari kata nazala yang artinya turun. jadi asbabun nuzul berarti sebab-sebab turunnya aya-ayat Al-Quran.
  • secara terminologis asbabun nuzul adalah ilmu pengetahuan yang mempelajarai tentang sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al-Quran.
B. Metode Mengetahui Asbabun Nuzul
    metode atau cara mengetahui asbabun nuzul yaitu melalui riwayat yang shahih (benar)
    dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi yang menyaksikan turunnya ayat-ayat    
    Al-Quran.

C. Redaksi atau Shighat Asbabun Nuzul
    1. Sharihah
        shighat atau redaksi yang digunakan perawi sudah tegas dan jelas menunjukan asbabun  
        nuzul. dinilai sharihah, apabila dalam meriwayatkannya perawi:
  •  menggunkan kalimat سُءِلَ رَسُولُ صلعم عَن كَذَا فَنَزَلَت الآيَةُ                                                     سُءِلَ رَسُولُ صلعم عَن كَذَا فَنَزَلَت الآيَةُ
  • menggunakan fa' sababiyah, dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan dengan maka. misalnya perawi menyatakan "telah terjadi peristiwa ini, maka turunlah ayat ini." atau perawi mwnyatakan "Rasulullah SAW ditanya tentang masalah ini, maka turunlah ayat ini."
  • menceritakan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang suatu hal, lalu turun wahyu dan beliau menjawab pertanyaan tersebut dengan wahyu tersebut tanpa menggunakan kata sabab atau fa'sababiyah, tetapi dipahami dari jawaban tersebut bahwa pertanyaan yang diajukan it merupakan sebab turunnya ayat.
     2. Muhtamalah
        

Selasa, 12 November 2013

Kesebangunan Segitiga

Kesebangunan segitiga
  • sudut-sudut yang bersesuaian dan perbandingan sisi yang bersesuaiannya sama.
  • jika ukuran 2 sudut dari sebuah segitiga sama dengan 2 sudut segitiga yang lain, maka kedua segitiga tersebut sebangun.






Proyeksi
proyeksi sebuah titik pada sebuah garis yaitu titik ke garis tegak lutus yang ditarik dari titik itu ke garis.








proyeksi sebuah segitiga pada sebuah garis







Teorema- teorema yang berlaku pada segitiga 
Teorema pythagoras
  • dalam sebuah segitiga siku-siku, jumlah luas daerah-daerah persegi yang dibuat pada kedua sisi siku-sikunya sam dengan luas daerah persegi yang dibuat pada sisi miringnya (hipotenusanya).
  • dalam sebuah segitiga siku-siku, jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya sama dengan panjang kuadrat pada sisi miringnya.












pembuktian teorema pythagoras
Triple pythagoras
tiga bilangan asli yang tidak sama, yang mempunyai sifat kuadrat bilangan terbesarnya sama dengan jumlah kuadrat dua bilangan lainnya.
contoh:
a. 3,4,5
b. 5,12,13
c. 6,8,10
d. 7,24,25
e. 10,24,26 dll
 

pada triple pythagoras, jika faktor persekutuan terbesar dari ketiga bilangannya adalah satu maka disebut triple pythagoras primitif
contoh:
a. 3,4,5
b. 5,12,13
c. 7,25,25

Segitiga

Segitiga

Pengertian segitiga











  • segitiga yaitu bangun yang dibatasi tiga ruas garis yang berhimpit ujung-ujungnya.
  • segitiga yaitu tiga titik yang tidak segaris, dua dua dihubungkan sehingga terbentuk tiga ruas garis, gabungan tiga ruas garis.
Unsur-unsur segitiga
  • titik-titik sudut, ada 3
  • ruas garis / sisi-sisi, ada 3
Notasi untuk segitiga ABC yaitu






Pada sebuah segitiga ABC, sudut-sudut segitiga dapat pula disebut sudut dalam.

Sudut-sudut luar segitiga, sudut bersisiannya sudut dalam.







Teorema 1
sudut luar sebuah segitiga sama dengan jumlah kedua sudutnya yang lain.
Akibat
sudut luar dari sebuah sudut segitiga selalu lebih besar dari salah satu sudutnya yang lain.







Teorema 2
jumlah sudut sebuah segitiga sama dengan

180°





Sifat-sifat segitiga
  •  dalam sebuah segitiga, jumlah dua sisinya lebih panjang dari sisi lainnya
  •  jumlah ukuran sudut-sudutnya sama dengan sudut lurus
Macam-macam segitiga
a. berdasarkan ukuran sudut-sudutnya
  1. segitiga lancip : segitiga yang semua sudutnya lancip
  2. segitiga siku-siku  : segitiga yang  salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku
  3. segitiga tumpul : segitiga yang salah satu sudutnya tumpul
b. berdasarkan ukuran sisi-sisinya
  1. segitiga sama sisi : segitiga yang panjang ketiga sisinya sama
  2. segitiga sama kaki : segitiga yang panjang dua sisinya sama
  3. segitiga sembarang : segitiga yang ketiga sisinya tidak sma panjang
Garis-garis istimewa pada segitiga
1. Garis tinggi
  • yaitu garis yang dibuat melalui suatu titik sudut dan tegak lurus ke sis depannya.
  • perpotongan garis tinggi dengan sisi didepannya disebut titik kaki.
  • titik pertemuan ketiga garis tinggi disebut titik tinggi.
2. Garis bagi
  • yaitu garis yang membagi sudut menjadi dua besar.
  • titik pertemuan ketiga garis bagi disebut titik bagi.
  • titik bagi menjadi titik pusat dalam lingkaran yaitu lingkaran yang menyinggung ketiga sisi segitiga.
3. Garis berat
  •  yaitu garis yang dibuat dari slah satu titik sudut ke titik pertengahan sisi di depannya.
  • titik pertemuan ketiga garis berat disebut titik berat.
  • titik berat membagi setiap ruas garis dengan perbandingan 2:1.
4. Sumbu sisi
  • yaitu garis yang ditarik tegak lurus sisi mealau pertengahan sisi itu.
  • ketiga susmbu sisi berpotongan di satu titik (titik O).
  • titik O menjadi titik pusat lingkaran luar yaitu lingkaran yang melalui ketiga titik sudut segitiga.
Kekongruenan segitiga
  • dua segitiga yang kongruen (sama dengan sebangun) yaitu dua segitiga dapat tepat diimpitkan. 
  • dua segitiga kongruen yaitu sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian sama ukurannya.
Teorama 3
dua segitiga akan kongruen apabila dua sisinya sama panjang dan sudut apitnya sama besar (ss-sd-ss).

Teorema 4
dua segitiga akan kongruen apabila satu sisinya sama panjang dan sudut-sudutnya pada ujung sisi itu sepasang-sepasang sama besar (sd-ss-sd).

Teorema 5
dua segitiga akan kongruen apabila ketiga sisinya sepasang-sepasang sama panjang (ss-ss-ss).

Lukisan segitiga
syarat keterlukisan sebuah segitiga yaitu harus diketahui tiga unsur yang independen (bebas/tidak bergantung satu sama lain)

Kriteria keterlukisan sebuah segitiga
sebuah segitiga dapat dilukis jika diketahui:
  • ss-ss-ss
  • ss-sd-ss
  • sd-ss-sd
  • ss-sd-sd
  • ss-ss-sd

Senin, 11 November 2013

Unsur-unsur Kebudayaan

Unsur kebudayaan universal menurut koentjaraningrat

sistem religi 
- sistem kepercayaan
- sistem nilai dan pandangan hidup
- sistem komunikasi
- upacara keagamaan

sistem kemasyarakatan
- kekerabatan
- asosiasi dan perkumpulan
- sistem kenegaraan
- sistem kesatuan hidup
- perkumpulan

sistem pengetahuan
- flora dan fauna
- waktu, ruang, dan bilangan
- tubuh manusia dan perilaku sesama manusia

bahasa
- lisan
- tulisan

kesenian
- seni patung/pahat
- relief
- lukis dan gambar
- rias
- vokal
- musik
- bangunan
- kesusastraan
- drama

sistem mata pencaharian atau sistem ekonomi
- berburu dan mengumpulkan makanan
- bercocok tanam
- peternakan
- perikanan
- perdagangan

sistem peralatan hidup atau teknologi
- produksi, distribusi, dan trasportasi
- peralatan komunikasi
- peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
- pakaian dan peralatan
- tempat berlindung dan perumahan
- senjata

Enam Pola Makna Esensial bagi Mahasiswa

Enam pola makna esensial menurut Philip H Phenix bagi mahasiswa dalam pendidikan umum (general education)
  1. makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
  2. makna empirics, yaitu kemampuan memakna benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
  3. makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
  4. makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
  5. makna synoetics, yaitu kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
  6. makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat

Minggu, 10 November 2013

Pengertian Pengajaran

Pengertian Pengajaran

Pengertian PengajaranMenurut Jones A. Majid, (2005:16),Pengajaran adalah suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik. Dengan kata lain pengajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. 
Sumber: http://fisika79.wordpress.com/2011/04/26/pendidikan-dan-pengajaran/

Pengajaran adalah tardif (1987) memberi arti instruction secara lebih rinci yaitu a preplanned, goal directed educational proces designed tofacilitate learning. artinya adalah sebuah proses kependidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan sertadirancang untuk mempermudah belajar.

Sumber: Syah Muhibbin. 2003. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Halaman 35.

Pengajaran adalah suatu proses yang melibatkan pembuatan keputusan pada saat pra-pengajaran, pengajaran, dan pasca-pengajaran. Keputusan disaat pra-pengajaran adalah keputusan pada saat perencanaan kurikulum dan dalam satu unit pengajaran; keputusan pada saat pengajaran adalah keputusan yang dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung; dan pasca-pengajaran adalah segala keputusan yang dilakukan sebagai hasil evaluasi hasil proses pengajaran. Pada bagian ini hanya akan dijelaskan prosedur perencanaan dalam proses pengajaran.

Sumber: http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/195106221980021-UHAMISASTRA/Afektif.pdf

Pengajaran yaitu upaya pemanfaatan atau penggunaan ilmu yang didapat untuk meningkatkan keterampilan, bakat dan potensi yang dimiliki seseorang untuk menghadapi kemjauan Zaman dan sebagai bekal seseorang bersaing di dalam kehidupan.

Pengajaran merupakan cara yang digunakan atau metode yang digunakan dalam pendidikan untuk mengupayakan tercapainya kemandirian serta kematangan mental dari individu lain sehingga dapat survive dalam kompetisi kehidupannya.

Sumber :http://repository.upi.edu/operator/upload/s_c0551_0606920_chapter2.pdf